Dampak Paparan Cahaya Buatan pada Kesehatan Kita Kesehatan Lavavela Look
Connect with us

Kesehatan

Kehilangan Cahaya Matahari dan Dampak Paparan Cahaya Buatan pada Kesehatan Kita

Published

on

Seiring berjalannya waktu setelah tahun 2000-an, Matahari jadi seperti bintang rock dalam dunia kesehatan.
Meskipun kita sudah tahu dampak buruk terlalu banyak berjemur, yang mulai terungkap di tengah-tengah abad ke-20, sekarang jadi keharusan buat kita untuk keluar sebentar ke luar ruangan selama beberapa menit saat matahari tidak terlalu menyengat.
Ini demi menjaga kadar vitamin D kita, hormon kunci buat tulang, otot, dan daya tahan tubuh.

Sejak saat itu, cahaya matahari pun jadi semacam pemujaan, dengan segudang manfaat tambahan yang diberikan, terutama untuk kesejahteraan dan produktivitas.

Lampu-lampu putih yang lebih cerah pun merambah rumah dan kantor kita, dan layar-layar dengan cahaya gemerlap merajai semua aspek rutinitas kita.
Tapi kenyataannya, semua lampu-lampu itu tetap jauh dari bisa menandingi keajaiban Matahari.




Kehadiran cahaya buatan yang melimpah, kini kita temukan di jam tangan pintar, ponsel, dan TV, ternyata ada harga yang harus dibayar, khususnya saat malam menjelang.

Baca Juga :How Sleep Quality Impacts Human Cognitive Abilities

Sebuah penelitian terbesar yang pernah dilakukan tentang topik ini melibatkan lebih dari 86.000 peserta dan mengonfirmasi bahwa efek buruk terutama terhadap kesehatan mental jauh lebih serius daripada yang kita pikirkan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Mental Health yang bergengsi, terlalu banyak paparan cahaya buatan di malam hari meningkatkan risiko gangguan dan masalah psikologis.

Kalau mau kita bandingkan, terlalu banyak terpapar cahaya pada siang hari dapat mengurangi risiko depresi sebanyak 20%, paparan yang serupa pada malam hari bisa meningkatkan risiko penyakit sebesar 30%.

Efek serupa juga ditemukan pada masalah lain seperti automutilasi, psikosis, gangguan bipolar, gangguan kecemasan umum, dan gangguan stres pascatrauma – semua ini terjadi tanpa peduli faktor-faktor lain seperti berolahraga, durasi tidur, atau musim yang sedang berlangsung.

Jadi, berdasarkan penemuan ini, jika kamu akan tidur, lebih baik ambil buku untuk dibaca daripada terus menerus dengan ponselmu.

Baca Juga : Bahaya Tersembunyi: Mengapa Menggunakan Kipas Angin Saat Tidur Dapat Membahayakan Kesehatan Kamu

Advertisement iklan murah
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending